Misteri Angka 17 di Balik Kemerdekaan Indonesia

3 min read

Dari sejumlah pemuda Indonesia yang mendengarkan akan kabar tersebut melalui radio asing langsung mendatangi Soekarno (Bung Karno). Yang pada saat itu baru saja datang dari Dallat, Saigon, Vietnam. Kedatangan para pemuda ini diketuai oleh murid Tan Malaka, yakni Sukarni. Untuk mendesak Soekarno untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia pada saat itu juga.

Namun, ternyata Bung Karno menolak memproklamasikan kemerdekaan tersebut. Karena penolakan tersebut, akhirnya membuat para pemuda mengancam Bung Karno yang pada saat itu sedang berada di kediamannya, di Jalan Proklamasi 56, Jakarta Pusat.

Akhirnya, terjadilah penculikan atas Soekarno, Moh. Hatta, Fatmawati dan Guntur selaku anak dari Soekarno yang dilakukan pada tanggal 16 Agustus 1945. Namun, Bung Karno pun masih tidak mengindahkan ancaman dari para pemuda tersebut. Tanggal 17 telah dipilih Soekarno dalam merencanakan dan memperhitungkan bahwa proklamasi kemerdekaan akan dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 1945, keesokan harinya.

Lalu, apakah hubungannya antara misteri angka 17 di balik kemerdekaan Indonesia dengan kemerdekaan Indonesia yang telah ditentukan tersebut? Berikut akan diberikan ulasannya untuk Anda simak.

Misteri di Balik Angka 17 Pada Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Setelah ditanyakan oleh para pemuda mengapa proklamasi harus dilakukan pada tanggal 17 dan tidak pada tanggal 16 pada hari itu? Ternyata, Bung Karno memberikan jawaban yang cukup mengejutkan, bahwa ternyata pemilihan angka 17 ini dikarenakan Bung Karno percaya akan hal mistis.

Angka 17 Di Mata Bung Karno
Dikatakan bahwa Bung Karno tidak dapat menjelaskan secara jelas terkait pemilihan angka 17 pada proklamasi kemerdekaan ini, karena tentu saja tidak akan sejalan dengan akal manusia. Angka 17 ini dianggap akan memberikan harapan tersendiri untuk Soekarno dan Indonesia.

Itulah sebabnya mengapa Bung Karno memilih angka 17 sebagai hari kemerdekaan. Angka 17 disini dianggap sebagai angka keramat bahkan angka suci yang dapat mendatangkan banyak keberuntungan tersendiri.

Penjelasan terkait misteri angka 17 di balik kemerdekaan Indonesia ini lantaran dijelaskan secara terperinci oleh Bung Karno, yang mana dijelaskan bahwa saat itu Indonesia sedang dalam bulan Ramadhan. Dimana hari berpuasa pada saat itu adalah hari Jum’at Legi.

Sesuai Dengan Pandangan Islam
Hari Jum’at sendiri dipercaya sebagai hari berbahagia dan hari yang suci, terutama untuk umat muslim. Tanggal 17 Agustus juga jatuh di hari Jum’at. Perlu Anda ketahui juga, bahwa Al- Qur’an diturunkan oleh Allah pada tanggal 17 juga.

Orang Islam sendiri melakukan sholat wajib sebanyak 17 rakaat dalam satu hari penuh. Hal ini tentu menjadi salah satu penguat mengapa angka 17 dianggap sebagai angka suci dan bukan angka buatan manusianya sendiri.

Setelah pada akhirnya proklamasi kemerdekaan dilantunkan pada tanggal 17 Agustus 1945, maka pada saat itu jugalah secara resmi Soekarno dilantik menjadi seorang Presiden atas Indonesia. Soekarno pun melakukan perayaan atas pelantikannya dengan memesan 50 tusuk sate pada pedagang keliling lantas memakannya di pinggir selokan.

Fakta Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Nah, misteri angka 17 di balik kemerdekaan Indonesia ini cukup bisa dipercaya karena memang kenyataannya ada tanpa rekayasa. Seperti yang diketahui bersama, bahwa jabatan seorang Presiden saat ini sangatlah menggiurkan. Bagaimana tidak jika fasilitas yang didapatkan begitu mewah dan lengkap.

Jabatan Tanpa Fasilitas
Namun, hal ini tidak terjadi ketika masa Soekarno menjadi seorang Presiden pertama untuk negara Indonesia. Jangankan fasilitas mewah dan lengkap yang ditawarkan untuk Soekarno. Kendaraan dinas pun tidak tersedia untuk seorang Presiden pada kala itu.

Menyadari akan pentingnya sebuah kendaraan dinas bagi seorang Presiden kemudian membuat Sudiro yang merupakan seorang pejuang kala itu berinisiatif mencarikan mobil sebagai kendaraan bagi Bung Karno. Sudiro pun memutuskan untuk memilih mobil limousin merek Buick yang bisa memuat 7 orang penumpang.

Mobil tersebut merupakan salah satu jenis mobil sedan terbesar dan tercantik yang ada di Jakarta. Dilengkapi dengan horden pada kaca belakangnya. Mobil buatan General Motor, Amerika Serikat itu dibuat pada tahun 1939. Dibeli dari pemiliknya yang merupakan seorang Kepala Jawatan Kereta Api Jepang.

Mobil Dinas Kepresidenan RI Pertama
Penjelasan terkait misteri angka 17 di balik kemerdekaan Indonesia ini menyatakan bahwa pada saat itu juga akhirnya Presiden Soekarno memiliki mobil kepresidenan yang pertama dan diberi plat REP 1.

Pada saat pusat Pemerintahan Republik Indonesia dipindahkan ke Yogyakarta, maka mobil REP 1 ini pun akhirnya dibawa serta. Pada tanggal 19 Mei 1979, mobil REP 1 ini akhirnya diserahkan oleh Kepala Rumah Tangga Kepresidenan kepada Dewan Harian Nasional 45. Kini, mobil REP 1 ini pun telah disimpan dengan rapi di Museum Joang 45 yang berada di Menteng Raya 31, Jakarta Pusat.

Dalam museum tersebut juga terlihat mobil REP 2 yang terletak bersebelahan dengan REP 1 yang merupakan mobil Bung Hatta selaku Wakil Presiden Republik Indonesia pada kala itu. Bung Hatta mendapatkan mobil REP 2 ini dari seorang pengusaha terkenal, Djohan Djohor yang merupakan paman dari Bung Hatta sendiri.

Misteri angka 17 di balik kemerdekaan Indonesia ini juga mencatat sejarah akan mobil pertama yang digunakan oleh Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia pada kala itu. Disebelah kiri dari mobil REP 2 milik Moh. Hatta ini terdapat mobil merek Imperial yang digunakan oleh Presiden Soekarno dan kedua anaknya, yakni Megawati dan Guntur untuk menghadiri acara Lustrum.

Mobil ini digunakan untuk menghadiri acara Lustrum ke-3 dari Yayasan Perguruan Cikini yang ada di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat pada tanggal 30 November 1957 lalu. Pada malam itu diadakan sebuah perayaan dengan hiasan berupa racikan kertas warna-warni yang ditaburkan, lelang, pertunjukan seni, hiasan balon, hingga musik dan nyanyian.

Upaya Pembunuhan Bung Karno
Ketika Bung Karno dikerumuni banyak anak kecil dan hendak meninggalkan ruangan menuju ke mobilnya, tiba-tiba terdengar sebuah ledakan. Terlihat dari sebelah kiri gedung sebuah granat yang dilemparkan dengan sengaja. Granat tersebut kemudian menembus mesin mobil. Mengancurkan seluruh kaca bagian depan mobil, menyobek bagian dalam mobil sehingga menjadi serpihan, dan meledakkan kedua ban mobilnya.

Ajudan Presiden, Mayor Sudarto pun segera menarik tangan Soekarno dan lari menyeberangi jalanan. Ketika Bung Karno terjatuh, sebuah ledakan dari granat kelima yang dilemparkan tersebut kemudian mengenai kaki seorang perwira yang melindungi Soekarno dengan tubuhnya.

Info penutup :

Suka main slot tapi takut ketipu bandar abal abal ? Rekomendasi saya pakai bandar yang memang sudah sangat terpercaya saja disini ” Gumi777

Makna mimpi kadal menurut primbon jawa

Firasat apa yang terkandung dalam mimpi melihat banyak kadal masuk rumah? Mungkin beberapa pertanyaan diatas sempat terlintas dibenak Anda, dan berikut arti mimpi kadal...
luno
1 min read

Arti Mimpi Digigit Lintah Versi Agama dan Psikologi

Arti Mimpi Digigit Lintah Versi Tafsir Islam dan Psikologi. Karena kami hanyalah manusia biasa, dan tentu sebagai manusia tak luput dari salah dan khilaf....
luno
3 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published.