Menanam Padi Di Lahan Sempit Dengan Metode Baru Yaitu Hidroganik

2 min read

menanam padi di lahan sempit

Menanam Padi di Lahan Sempit – Dengan lahan pertanian yang sekarang terbatas, untuk menanam padi bisa menggunakan media paralon yang dikenal dengan sebutan hidroganik, yang dapat menjadi solusi ketahanan pangan keluarga. Dengan teknik hidroganik, yang digunakan untuk membudidayakan padi, walaupun bisanya digunakan untuk jenis tanaman sayur dan buah.

Metode ini juga sering disebut sebagai aquaponik, yang menggabungkan antara sistem hidroponik dengan kolam budi daya ikan di bawahnya. Air yang berasal dari kolam ikan akan dialirkan melalui pipa-pipa tempat tanaman tumbuh, air kolam yang mengandung kotoran ikan akan menjadi sumber nutrisi tambahan bagi tanaman.

Budaya hidroponik tengah menjadi tren di masyarakat perkotaan. Pasalnya, cara ini bisa jadi solusi berkebun di tengah keterbatasan lahan yang ada. Berikut ini cara menanam padi di rumah dengan teknik hidroganik sebagai solusi pemenuhan pangan. Sebelum ke cara menanamnya alangkah baiknya Anda mengetahui teknik hidroganik terlebih dahulu, berikut ulasannya.

Apa Sih Teknik Hidroganik Itu?

Hidroganik berasal dari kata ”hidroponik” dan ”organik”. Sistem tanam padi yang memanfaatkan air kaya nutrisi sebagai pupuk organik dari kolam ikan di bawah media tanam. Penggunaan pupuk dan pengendali hama bersifat organik, sehingga tidak mengganggu pertumbuhan ikan.

Baca Juga : Cara Membuat Cold Brew Yang Rasanya Enak Serta Bikin Ketagihan

Teknik hidroganik merupakan konsep menanam padi organik di lahan terbatas dengan memadukan pola budidaya padi dan ikan. Anda juga akan menggunakan pendekatan organik untuk menjaga unsur hara padi dengan menggunakan pakan ikan.

Namun, dengan menambahkan kebutuhan hara makro pada padi. Alhasil, pertumbuhan dan perkembangan padi pun semakin baik. Tak hanya itu, Anda juga bisa melakukan aplikasi kapur untuk mengontrol kadar pH dalam air.

Menanam Padi Di Lahan Sempit Dengan Teknik Hidroganik

menanam padi di lahan sempit

1. Siapkan Wadah Instalasi Hidroganik

Langkah pertama untuk menanam padi di lahan sempit adalah menyiapkan wadah tanam.

Berikut alat-alat yang perlu disiapkan:

  • Paralon dengan ukuran 6 inchi
  • Rak rangka besi, sesuaikan dengan ukuran lahan yang tersedia
  • Cutter atau alat pemotong lainnya

Kemudian, susun pipa paralon di atas rangka besi dan buat lubang di bagian atas paralon. Lubang paralon sebaiknya tidak terlalu lebar, agar netpot atau wadah padi hanya tertanam sekitar ½ hingga ¾ bagian saja.

Ini penting, pasalnya semakin padi tumbuh, beratnya akan bertambah dan membuat posisi netpot tidak stabil. Tak hanya itu, pastikan memberi jarak yang cukup jauh antar lubang tanam. Jarak tanam yang direkomendasikan adalah sekitar 25 cm.

2. Siapkan Netpot dan Media Tanam untuk Menanam Padi

Siapkan netpot untuk wadah padi, Anda juga bisa menggunakan gelas plastik sebagai alternatif pilihan selama diameternya 10 cm. Kemudian, siapkan media tanam berupa campuran sekam dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1.

Agar kualitasnya terjaga, Anda bisa mencoba membuat pupuk sendiri dari kotoran kambing dan ayam. Agar media tanam tak larut terbawa air, siapkan ijuk kelapa sebagai penopang pinggirannya.

3. Siapkan Kolam dan Bibit Ikan

Pada bagian bawah paralon, siapkan kolam untuk budidaya ikan nila atau ikan lainnya. Anda bisa membuatnya dengan menggunakan terpal yang ditopang oleh rangka besi sirkulasi air dari hidroponik padi bisa menyuplai oksigen bagi ikan di bawahnya.

Sangat disarankan untuk memilih ikan nila merah sebagai bibit, karena jenis ini relatif tahan terhadap penggunaan pupuk kimia. Pakan ikan yang kamu berikan nantinya akan membantu menambah unsur hara bagi tanaman padi.

4. Langkan Menanam dan Memberi Nutrisi untuk Padi

  1. Anda bisa menanam padi langsung dalam netpot yang terisi media tanam.
  2. Kemudian masukkan ke dalam paralon dan mulailah merawatnya.
  3. Selain pakan ikan, Anda perlu menambah kebutuhan hara makro padi dengan N, P, dan K.
  4. Skemanya yakni 110 kg/ha N, 36 kg/ha P2O5 dan 60 kg/ha K2O per 6 meter persegi.
  5. Aplikasikan secara bertahap dalam kurun waktu 10 minggu dengan melarutkan pupuk ke dalam 4800 ml air.

5. Pemeliharaan Tanaman Padi

Padi termasuk tanaman yang membutuhkan perawatan rutin yang cukup rumit. Anda harus menyalakan sirkulasi air setiap hari pukul 08.00-16.00 hingga menjelang masa panen. Anda juga harus mengaplikasikan kapur untuk menjaga pH air tetap seimbang selama padi tumbuh.

Skema pemberian kapur yakni, letakkan satu karung kapur dekat pipa outlet dan satu karung kapur dekat pipa inlet. Jangan lupa untuk membersihkan paralon seminggu sekali agar tidak ada kotoran yang menempel dalam pipa.

6. Masa Panen Padi

Memasuki masa panen, Anda bisa mulai mengurangi pemberian nutrisi. Lalu ketika tanaman menguning, potong rumpun dimulai dari pangkal batang. Setelah itu Anda bisa menggunakan Alat Perontok Padi untuk memisahkan padi dengan batangnya.

Ambil sisa tunggul dan akar, maka Anda bisa mulai mempersiapkan lahan untuk musim tanam selanjutnya. Padi yang Anda panen bisa langsung diproses menjadi beras dan digunakan untuk membuat nasi pulen.

Itulah penjelasan tentang cara menanam padi di lahan sempit dengan metode hidroganik, yang bisa Anda lakukan di daerah perkotaan atau yang tidak punya lahan luas. Dengan metode hidroganik padi yang dihasilkan tentu akan berbeda. Terima kasih sudah mampir ke artikel ini, Apakah tertarik untuk mencoba menanam padi di lahan sempit dengan metode hidroganik?

Cara Bikin Bakso Urat Yang Enak

luno
2 min read

Cara Membuat Dak Beton Tidak Bocor

Mengetahui cara sebabkan dak beton tidak bocor adalah perihal penting kecuali Anda merencanakan memperluas rumah. Dak beton sendiri bisa jadi pilihan untuk tingkatkan lantai...
luno
1 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published.