Bagaiamana Menaikkan Limit Kartu Kredit Dengan Cepat?

3 min read

Ini adalah postingan ke-2 berkenaan topik menaikkan limit kartu kredit. Dalam postingan sebelumnya udah kita pelajari bahwa bank makin diuntungkan dengan kenaikan limit kartu kredit nasabah mereka. Siapa yang tidak bahagia duit?

Tentu seluruh orang bahagia duit termasuk bankir, bukan? Bank yang gesit dan pintar berbisnis pasti dambakan sekali menaikkan limit kartu kredit nasabah mereka. Wong terlampau untung mereka kok. Masalahnya hanya satu: mengapa bank ada problem menaikkan limit kartu kredit seseorang? Mari kita cari jawabannya bersama-sama.

Bank Pelit Menaikkan Limit Kartu Kredit?

Jangan segera mencap seseorang pelit tanpa mempelajari dan terkait dengan orang tersebut di dalam pas yang memadai lama. Kadang masa selanjutnya dan trauma bisa menyebabkan seseorang bersikap di luar kebiasaan dia sebelumnya. Untuk mendapatkan jawaban apakah bank pelit menaikkan limit, kita perlu menempatkan diri kita laksana seorang bankir. Kalau menempatkan diri sebagai nasabah, kita tidak akan pernah menemukan jawabannya.

Setiap nasabah pasti pasti dambakan begini, dambakan begini dan dambakan begitu. Kayak gak tahu saja temperamen konsumen. Bagi yang pernah berbisnis pasti tahu betapa susahnya memenuhi seluruh permintaan konsumen. Ada konsumen yang welcome, ramah dan tidak perhitungan, tersedia yang sok pinter, tersedia yang jealous, tersedia yang seksi dan nakal, tersedia yang pelitnya minta ampun, tersedia yang pasrah, dsb. Pokoknya macam-macam deh. Tak heran tersedia sebuah wejangan bisnis dahsyat berbunyi:


Jadi mari kita letakkan diri kita sebagai bankir. Anggap saja kita ini cucu atau cicit dari para direktur atau presiden komisaris Bank BCA, Mandiri, HSBC, NISP, dsb.. yang tengah ditugaskan oleh orang tua kita untuk membesarkan bank kita masing-masing.

Sebagai bankir, pasti kita akan mengejar apa yang paling untung kita. Kalau kita mengejar keuntungan tetapi ceroboh pasti ini namanya “nafsu besar tenaga kurang”. Bukan type smart banker. Bankir yang smart tak hanya mengejar keuntungan, pasti akan mengupayakan meninimalkan risiko.

Bukankah di dalam dunia bisnis hanya tersedia 2 kutub yang selamanya diputar-putar oleh seluruh orang? Meningkatkan omset atau menghimpit cost operasional. Kalau omset tidak bisa ditingkatkan, kita perlu mencari solusi turunkan cost operasional. Jika tidak, seluruh bisnis yang kita rintis akan gagal. Besar pasak daripada tiang. Minus tetap arus kas perusahaan.

Sekarang bayangkan tersedia seorang nasabah kartu kredit berkunjung ke depan wajah kita selanjutnya berkata, “Gan, tolong dong naikkan limit kartu kredit saya. Lagi perlu duit nih!”

Hmm…dalam hati kita pasti akan berkata, “Semua orang termasuk perlu duit kalee..”

Kira-kira apa yang akan Anda lakukan? Apakah segera diberikan atau segera ditolak? Tentu tidak segera diberikan dan tidak termasuk segera ditolak bukan? Kalau segera dinaikkan limitnya pasti kita bodoh sebagai bankir. Harus kita cari tahu pernah seperti apa nasabah tersebut.

Sebaliknya kecuali segera ditolak termasuk disebut bodoh. Mengapa? Karena ini konsumen langganan kita yang udah memberikan banyak keuntungan membuat kita. Jadi tidak boleh diperlakukan seenak jidat kita. Di luar sana masih tersedia banyak bank pesaing yang siap merebut hati pelanggan kita. Sampai di sini paham? Jadi kesimpulannya: seluruh permintaan kenaikan limit perlu dan akan dipertimbangkan!

Pertimbangan Bank Dalam Menaikkan Limit Kartu Kredit

Faktor-faktor apa saja yang menjadi memperhitungkan bank di dalam menaikkan limit kartu kredit seseorang? Sebenarnya tersedia banyak faktor, tetapi kita dambakan Anda tahu 4 aspek utama paling memilih kenaikan limit kartu kredit. Kita pelajari pernah aspek utamanya dikarenakan kecuali dibahas akan terlampau panjang. Ingat, letakkan diri kita sebagai bankir untuk tahu posisi bankir.


Anda adalah nasabah loyal. Hal ini dibuktikan dengan kepemilikan kartu kredit yang memadai lama. Jadi boleh dikatakan kecuali masa kepemilikan kartu kredit Anda masih di bawah 1 tahun, bank akan sukar menaikkan limit kartu kredit Anda. Jadi jangan dipaksakan. Gunakan pernah kartu kredit seperti biasa sampai masanya tiba. Masa 1 th. belum dianggap sebagai nasabah loyal dikarenakan sesungguhnya perlu waktu. Ibarat orang pacaran, 2 th. kadang belum termasuk memadai tahu hati dan sifat pasangan kita.
Anda sesungguhnya perlu kenaikan limit.

Kalau udah di atas 1 tahun, tanpa meminta kenaikan limit pun, bank akan menaikkan limit kartu kredit Anda kecuali sesungguhnya dianggap perlu kenaikan limit. Dari mana bank bisa tahu? Gampang saja. Dari pola berbelanja yang kita lakukan. Jika limit kartu kredit kita Rp 10 juta tetapi hanya digunakan Rp 3 juta tiap bulan, bagaimana bank bisa menaikkan limit kartu kita?

Dikasih Rp 10 juta saja tidak habis, masa sudi dikasih Rp 50 juta? Lebih baik bank memutar Rp 40 juta tersebut ke area lain yang untung mereka. Jadi sampai di sini Anda tahu mengapa untuk menaikkan limit kartu kredit tersedia yang dinamakan “memainkan kartu”? Suatu pas akan kita bicarakan. Ada teknik-tekniknya tersendiri.


Anda tepat janji. Bankir tidak bahagia mirip orang yang tidak tepat janji. Kami kira seluruh orang termasuk tidak suka. Jika kita membayar tagihan kartu kredit selamanya telat atau terlambat agar tersedia cost keterlambatan, bagaimana bank bisa menaikkan limit kartu kredit kita? Hanya orang bodoh yang sudi tetap melayani orang yang tidak tepat janji.

Dengan kata lain, untuk menarik perhatian bank agar mengucurkan kredit limit yang makin besar, kita perlu mencitrakan diri sebagai seseorang yang tepat janji. Paling bagus kecuali Anda selamanya membayar full payment atau paling tidak membayar sesuai minimum payment.
Bank tersebut bukan bank ecek-ecek.

Maksudnya adalah kartu kredit yang Anda pegang itu bukan terbitan bank kecil yang modalnya cekak atau yang sekadar ikut-ikutan terjun ke bisnis kartu kredit. Yang ikut-ikutan biasanya selamanya payah. Kalau modalnya cekak bagaimana bisa menaikkan limit kartu kredit kita? Mau dipakai 20 th. dan selamanya bayar full payment pun, selamanya saja segitu-gitu limitnya.

Habis modalnya tidak mencukupi. Makanya kadang bank kecil pura-pura mengambil kebijakan begini begitu untuk menutupi modal mereka yang cekak. Tak perlu disebutkan bukan bank mana saja yang modalnya cekak? Pasti udah tahu dong!

Jadi kita termasuk perlu punyai kartu kredit Gestun Terdekat dari bank besar yang lini bisnis kartu kreditnya serius. Bukan sekadar ikut-ikutan asal babe bahagia (ABS). Seperti komentar sebagian rekan yang bisa Anda baca, ternyata sesungguhnya salah satu bank paling berani dan aduhai menaikkan limit kartu kredit adalah HSBC. Kartu kredit silver HSBC bahkan pernah tercatat berlimit Rp 46 juta dengan pemakaian di bawah 3 tahun.

Peluang Bisnis Import Barang dari China

Import barang China adalah keliru satu yang diburu importir. Hal ini sebab china menyediakan produk import yang bisa beradu dengan pasar di didalam negeri....
luno
1 min read

Ide Bisnis Bulan Puasa

luno
2 min read

Coir Geotextiles Uses: 100% Material from Nature to Prevent…

Coir geotextiles uses – Natural fiber products are designed to stabilize and support soils along river banks, slopes, rivers, hillsides, and other areas prone...
luno
1 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published.